Libur Panjang Hampir Tiba, Cek 11 Daftar Cuti Bersama Akhir Tahun Ini

Memasuki awal bulan Desember 2020, tentunya sebagian masyrakat sudah menantikan dan memperhatikan tentang daftar libur di akhir tahun 2020 ini.

Sehingga tentunya banyak juga yang memiliki rencana untuk berlibur atau sekadar pulang ke kampung halaman untuk melepas rindu dengan keluarga.

Namun demikian, beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo telah membuat sebuah pernyataan yang mengintruksikan bahwa jatah libur dan cuti di bulan Desember agar dikurangi. Hal ini sepertinya terkait kondisi infeksi virus Covid-19 yang masih belum mereda.

Libur Panjang Hampir Tiba, Ayo Cek 11 Daftar Cuti Bersama Akhir Tahun 2020!

Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pun membenarkan terkait instruksi Presiden Jokowi yang mengamanatkan agar segera dilakukan rapat koordinasi untuk membahas hari libur dan cuti bersama pada akhir tahun serta pengganti libur cuti bersama untuk Hari Raya Idul Fitri.

"Berkaitan dengan masalah libur, cuti bersama akhir tahun, termasuk libur pengganti cuti bersama Idul Fitri, Bapak Presiden memberikan arahan supaya ada pengurangan," ucap Muhadjir Effendy setelah rapat terbatas bersama Bapak Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Alhasil, pemerintah pun akhirnya memperpendek masa libur dan cuti akhir tahun di bulan Desember 2020 menjadi 11 hari saja.

SKB cuti bersama bulan Desember 2020 menghasilkan kesepakatan sebagai berikut.

- Kamis, 24 Desember 2020: Cuti Bersama Hari Raya Natal

- Jumat, 25 Desember 2020: Libur Nasional Hari Raya Natal

- Sabtu, 26 Desember 2020: Libur hari Sabtu

- Ahad, 27 Desember 2020: Libur hari Ahad

- Senin, 28 Desember 2020: Pengganti Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah

- Selasa, 29 Desember 2020: Pengganti Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah

- Rabu, 30 Desember 2020: Pengganti Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah

- Kamis, 31 Desember 2020: Pengganti Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah

- Jumat, 1 Januari 2021: Libur Nasional Tahun Baru 2021 Masehi

- Sabtu, 2 Januari 2021: Libur hari Sabtu

- Ahad, 3 Januari 2021: Libur hari Ahad


Banyak pihak yang menganggap bahwa pengurangan masa libur panjang dan cuti bersama akhir tahun 2020 ini bertujuan untuk mengurangi penyebaran infeksi virus corona.

Sebagaimana diketahui, bahwa pada era kebiasaan baru masyarakat mulai banyak beraktifitas di luar rumah dan mengunjungi tempat-tempat wisata.

Di satu sisi, hal tersebut baik untuk menggerakkan perekonomian daerah dan untuk bisnis wisata, akan tetapi di sisi lain masih rentan terhadap risiko menyebarkan virus corona Covid-19.

Keputusan pemerintah untuk mengurangi jatah libur panjang dan cuti bersama pada akhir tahun 2020 akhirnya mengundang pro dan kontra.

Bahkan pro-kontra sudah muncul sejak SKB Menteri yang mengatur libur panjang tersebut sebelum masa pandemi virus Corona.

Herman Tony, Sekretaris BPD PHRI DIY, menyatakan bahwa libur panjang pada bulan Agustus dan Oktober 2020 seharusnya dapat dijadikan sebagai acuan untuk mengantisipasi pelaksanaan liburan panjang di akhir tahun 2020 nanti.

Dikatakan, jika pemerintah memiliki rencana untuk memperpendek libur panjang akhir tahun 2020, maka jangan hanya terfokus pada durasi libur panjang saja.

Tetapi perlu dibahas pula tentang bagaimana langkah-langkah antisipatif agar liburan panjang akhir tahun 2020 dapat dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan konsisten.

"Kita semua sedang menghadapi situasi dilematis saat ini karena serangan Covid-19 masih ada di depan mata. Kita semua tentu ingin mengatasi bersama penyebaran Covid-19 di satu sisi dan sekaligus ingin kegiatan ekonomi tetap menggeliat di sisi lain. Kita semua sudah paham betul dampak Covid-19 begitu signifikan terhadap sektor ekonomi, khususnya bisnis pariwisata secara keseluruhan," ujar Sekretaris BPD PHRI DIY tersebut.

Khusus anggota PHRI, termasuk PHRI DIY, menurut Herman Tony, sudah melakukan langkah antisipatif yang dimaksud, dengan mengikuti audit CHSE yang dilaksanakan oleh Kementrian Parekraf selama Oktober sampai November 2020.

Bahkan, jauh sebelumnya Satgas Covid-19 PHRI DIY dan Tim Pemda setempat yang terdiri atas Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Satpol-PP, BPBD, dan lain-lain bersama-sama turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi Penerapan Protokol Kesehatan di usaha-usaha hotel dan restoran.

"Dan hingga saat ini lebih 100 hotel dan restoran anggota PHRI DIY sudah diverifikasi dan dinyatakan telah menerapkan Protokol Kesehatan di tempat usahanya masing-masing," ujar Herman Tony.

Menurut Herman Tony, liburan panjang yang telah ditetapkan dengan SKB Menteri tersebut selama ini dibuat dengan berbagai pertimbangan. Salah satu yang paling menjadi sorotan adalah pemerataan ekonomi melalui kegiatan wisata.

Namun demikian, ternyata liburan panjang tersebut membawa dampak lain terkait dengan terbatasnya akses pelayanan publik, kondisi psikologis masyarakat, dan sebagainya. Hal tersebut bisa diketahui melalui pemberitaan dari berbagai media tentang evaluasi liburan panjang setiap tahun.

Menurut Herman Tony, hal yang sama juga berlaku untuk liburan panjang akhir tahun 2020. Tentu lebih dikaitkan dengan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung dan belum tuntas ditangani bersama.

Artikel Terkait

Komentar

Komentar Anda dimoderasi. Jika sesuai dengan ketentuan, maka akan segera dipublikasikan.
Silahkan berkomentar yang relevan dengan bahasa yang baik dan santun, serta tidak melakukan spamming.

Lebih baru Lebih lama