Orangtua Tak Beri Izin Belajar Tatap Muka, Sekolah Harus Fasilitasi PJJ

Mendikbud Nadiem Makarim telah memastikan, bahwa siswa yang tidak diperbolehkan orang tuanya untuk belajar tatap muka di sekolah, maka pihak sekolah wajib memfasilitasi siswa tersebut dengan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ) dari rumah.

"Bagi orang tua yang tidak mengizinkan anaknya belajar tatap muka, maka anak tersebut harus tetap difasilitasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) oleh pihak sekolah," ucap Nadiem dalam acara "Rakornas Pembukaan Sekolah di Masa Pandemi Covid-19" yang diselenggarakan oleh KPAI secara daring.

Orang Tua Tidak Beri Izin Belajar Tatap Muka, Sekolah Harus Fasilitasi PJJ

Memang, kata Nadiem, pemerintah sudah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri pada masa pandemi Covid-19 dengan memberikan izin pelaksanaan belajar tatap muka yang dapat dijalankan mulai bulan Januari 2021.

Adapun SKB empat kementerian tersebut yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Agama.

"Panduan penyelenggaran pembelajaran kami umumkan dari jauh hari agar pemerintah daerah bersiap dan seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung pemerintah daerah," jelas Mendikbud.

Meskipun diperbolehkan, Nadiem mengatakan bahawa kebijakan belajar tatap muka di sekolah bukan berarti tanpa syarat yang ketat. Karena, pemberian izin belajar tatap muka boleh dijalankan, asalkan sudah ada surat rekomendasi dari pemerintah daerah (Pemda) atau kantor wilayah Kementerian Agama, komite sekolah, serta orang tua siswa.

"Tidak harus serentak se-kabupaten/kota, tapi bisa bertahap di tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa. Semuanya tergantung pada keputusan pemerintah daerah tersebut," kara Nadiem.

Tidak hanya itu, pihak sekolah juga wajib memenuhi daftar periksa penerapan protokol kesehatan di sekolahnya masing-masing, termasuk persetujuan komite sekolah dan perwakilan orang tua siswa.

"Orang tua punya hak penuh, bila tidak diperbolehkan, maka tidak bisa belajar tatap muka di sekolah. Siswa atau sang anak bisa lanjutkan PJJ dari rumah," tegasnya.

Sebelum memberikan rekomendasi, Nadiem memohon agar Pemda dapat memberi pertimbangan secara matang pada setiap daerah yang ingin membuka kegiatan belajar tatap muka di awal tahun depan.

"Karena virus Covid-19 masih menyebar dan perlu kita tekan lajunya. Oleh karena itu mari kita bersinergi bersama antara pemerintah pusat, Pemda, orangtua dalam melaksanakan belajar tatap muka secara bijak," tutur Nadiem.

Memang, dia menambahkan, bahwa ada berbagai peraturan baru saat belajar tatap muka di sekolah, yakni kapasitas maksimal siswa hanya 50 persen dari total siswa yang ada di kelas.

"Biasa 36 anak menjadi 16 siswa, aktivitas di luar belajar kelas tidak diperkenankan, tentunya wajib masker dan protokol kesehatan saat belajar tatap muka," pungkas dia.

Artikel Terkait

Komentar

Komentar Anda dimoderasi. Jika sesuai dengan ketentuan, maka akan segera dipublikasikan.
Silahkan berkomentar yang relevan dengan bahasa yang baik dan santun, serta tidak melakukan spamming.

Lebih baru Lebih lama